9 Spesies Hewan di Kalimantan yang Nyaris Punah di Tahun Ini

Kalimantan adalah wilayah geografis (negara bagian) Indonesia dan sangat kaya akan alam dan hasil pertaniannya. Berbagai jenis tumbuhan dan hewan.

 

Sayangnya, bagaimanapun, sudah ada kekhawatiran tentang keberadaan banyak spesies di Kalimantan Timur. Saat ini, bahkan penghuninya terancam punah dari permukaan bumi. Lantas apa saja spesies endemik dan terancam punah Kalimantan? Silakan lihat!

 

1. Macan dahan

 

Pernahkah Anda melihat kucing besar seperti pada gambar di atas? Padahal, penulis yang tinggal di Kalimantan Timur selama 30 tahun itu belum pernah melihat harimau keruh liar. Itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, spesies dengan nama ilmiah Neofelisdiardiborneensis ini sebenarnya sangat langka.

 

Umumnya, di hutan belantara Kalimantan Timur, populasinya sudah jarang terlihat lagi. Oh iya, seperti yang disinggung di laman Science Direct, Harimau Borneo Berawan ini berkerabat dekat dengan Harimau Mendung yang pernah ada di Sumatera. Hanya ada dua harimau yang diselimuti awan di dunia: Neophiles diardi di Kalimantan Timur dan Neophiles nebulosa yang menghuni banyak bagian di Semenanjung Thailand dan Asia Tenggara.

 

Jumlah harimau mendung di Kaltim sendiri tentu belum diketahui. Namun, para ilmuwan dan pakar hewan memperkirakan jumlahnya kurang dari 5.000 dan deforestasi masih mengalami penurunan populasi. Pada tahun 2008, harimau Kalimantan yang diselimuti awan terdaftar sebagai spesies yang terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

 

Harimau mendung (Neophilis nebulosa) adalah spesies kucing liar yang mendiami hutan yang terbentang dari dataran tinggi Himalaya hingga Asia Tenggara dan Cina selatan. Panjang tubuhnya dari 60 cm hingga 1 meter. Namun, panjang ekor gelap harimau mungkin cocok dengan panjang tubuhnya. Ekor harimau yang dikempa membantu menjaga keseimbangan tubuh saat bergerak melalui cabang-cabang pohon.

 

Pada tahun 2006, dari hasil analisis DNA, para ahli menyatakan bahwa macan dahan pulau Sumatera dan Kalimantan adalah spesies berbeda dari harimau mendung Asia. Ini terjadi pada Zaman Es ketika benua Asia terpisah dari Sumatera dan Kalimantan, dan orang-orang Onbyo terisolasi di Sumatera dan Kalimantan. Oleh karena itu, saat ini ada dua jenis harimau mendung di Indonesia: harimau sunda mendung (Neofelis nebulosa diardi) dan harimau kalimantan mendung (Neofelis diardi borneensis).

 

Harimau sumatera merupakan predator kelas dua dan kurang populer dibandingkan saudaranya, harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Namun, di pasar gelap satwa liar, ada permintaan yang meningkat untuk kulit harimau keruh dan gadingnya yang unik. Hal ini juga terjadi karena kulit harimau sumatera sulit ditemukan.

 

2. Bekantan

 

Bekantan atau bekantan adalah jenis mamalia yang tergolong primata dan menghuni pulau Kalimantan. Di Kalimantan Timur, spesies bekantan mendiami wilayah Sungai Hitam kecamatan Samboja Kutai Karuta Negara. Bekantan disebut juga kera berhidung panjang karena memiliki hidung yang sangat unik.

 

Kehadiran bekantan juga menjadi perhatian utama karena perburuan, penebangan dan perusakan habitat alam liar. Inilah mengapa bekantan menjadi salah satu spesies hewan yang paling dilindungi oleh pemerintah Indonesia, bahkan oleh IUCN.

 

Yang menyedihkan adalah hanya ada sedikit bekantan liar. Menurut data yang diposting di situs Cambridge, hanya sekitar 300 bekantan yang hidup secara mandiri di alam liar. Bekantan adalah spesies yang rentan stres dan bahkan bisa mati mendadak di penangkaran.

 

3. Burung enggang kalimantan

 

Rangkong atau Boqueros rhinoceros Borneoweensis adalah jenis burung khas di pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur. Spesies yang bisa hidup selama 35 tahun ini sudah lama masuk dalam daftar satwa yang dilindungi. Saat ini, populasi tumbuh sedikit, tetapi masih tidak dapat diprediksi.

 

Menurut laman Indonesia, rangkong adalah burung besar dengan panjang hingga 90 cm. Oh ya, bagi orang Dayak, rangkong merupakan simbol kepemimpinan dan memiliki filosofi yang luhur.

 

Perusakan habitat Kalimantan, perburuan liar, dan hilangnya hutan merupakan beberapa faktor penyebab hampir punahnya rangkong. Kesuburan sapi terompet juga rendah. Oleh karena itu, agar burung ini tetap lestari maka harus dilindungi dan dipelihara.

 

4. Orang utan

 

Orangutan dikenal terancam punah karena habitatnya telah rusak. Keberadaan hutan Kalimantan Timur yang semakin berkurang juga mengurangi populasi orangutan Kalimantan dari tahun ke tahun. Menurut data World Wildlife Fund (WWF), habitat orangutan Kalimantan telah menurun sebesar 55% selama dua dekade terakhir.

 

Faktanya, perusakan habitat ini telah mengurangi populasi hingga 50% selama 60 tahun terakhir. Orangutan ditakdirkan untuk punah di masa depan jika tidak ada tindakan serius yang diambil untuk mengatasi hal ini. Dari semua spesies yang ditemukan di dunia, orangutan Kalimantan Timur memiliki karakteristik fisik paling sedikit dan, sayangnya, paling rentan terhadap stres.

 

Saat ini, ada beberapa cagar alam yang dibentuk khusus untuk melindungi kawanan orangutan. Namun, perusakan hutan secara besar-besaran tetap menjadi alasan utama hilangnya orangutan liar di Kalimantan.

 

5 . Beruang madu

 

Beruang madu adalah salah satu jenis hewan yang dijadikan maskot kota Balikpapan. Namun sayangnya, jumlah beruang madu liar tidak terlalu menggembirakan. Halaman perlindungan beruang menyatakan bahwa beruang madu juga ada dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature. Ini berarti beruang madu adalah spesies yang terancam punah.

 

Inilah sebabnya mengapa keberadaan beruang madu dilindungi oleh hukum dan pemburu akan dihukum berat. Beruang yang bisa hidup selama 24 tahun ini aktif di malam hari dan mencari makan di malam hari.

 

Habitat utamanya adalah hutan dengan pohon berukuran sedang yang tumbuh di dalam Kalimantan. Tingkat perkembangbiakan beruang madu dianggap rendah, dan beberapa beruang madu dewasa hanya melahirkan sekali seumur hidup mereka. Bayi beruang biasanya tinggal bersama induknya selama 18 bulan.

 

6. Pesut Mahakam

 

Lumba-lumba mahakam atau lumba-lumba adalah mamalia air yang juga dikenal sebagai lumba-lumba air tawar. Secara ilmiah disebut Orcaella brevirostris, spesies ini merupakan salah satu yang jarang ditemukan di alam liar karena populasinya yang sedikit.

 

World Wildlife Fund (WWF) menyatakan di situsnya bahwa lumba-lumba Mahakam adalah kerabat lumba-lumba sungai di Asia Tenggara, seperti lumba-lumba Myanmar dan lumba-lumba Sungai Mekong di Kamboja. Di Indonesia, satu-satunya habitat mamalia langka ini adalah Sungai Hermetik di Kalimantan.

 

Salah satu penyebab utama penurunan jumlah lumba-lumba berkapur adalah perusakan habitat akibat pencemaran sungai. Banyak jenis limbah dan bahkan jaring liar telah membunuh banyak lumba-lumba selama bertahun-tahun. Jumlah satwa liar diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan.

 

Inilah beberapa jenis satwa Kalimantan yang terancam bahaya serius. Kerusakan alam akibat ulah manusia merupakan bencana bagi habitat satwa tersebut. Sekarang, kami lebih peduli untuk menjaga mereka tetap liar.

 

7. Tenggiling

 

Trenggiling adalah hewan langka di pulau Kalimantan dan terancam punah karena penangkapan yang berlebihan. Trenggiling hanya ada delapan di dunia, salah satunya ada di pulau Kalimantan.

 

Menurut National Geographic, puluhan ribu trenggiling diburu untuk diambil sisik dan obat-obatannya setiap tahun (serta cula badak).

 

Selain untuk obat-obatan, trenggiling sering dikonsumsi atau dijadikan pajangan karena bentuk tubuhnya yang unik.

 

Perburuan besar-besaran membuat trenggiling yang terdaftar sangat rentan dan dilindungi undang-undang.

 

8. Monyet daun merah

 

Berikutnya adalah monyet berdaun merah bernama Presbytisrubicunda dalam bahasa Latin. Monyet berdaun merah adalah hewan endemik Kalimantan, umumnya dikenal sebagai lutung merah.

 

Disebut lutung merah karena bulunya berwarna coklat kemerahan. Monyet Dunia Lama ini memiliki ekor yang panjang dan hidup di kanopi hutan hujan Kalimantan.

 

Populasi lutung merah menurun karena hilangnya hutan hujan akibat perburuan dan reklamasi lahan.

 

9. Lutung dahi putih

 

Salah satu hewan langka di Kalimantan yang terancam punah akibat reklamasi lahan untuk pertanian dan perburuan adalah lutung putih.

 

Monyet suriliasi muka putih atau monyet suriliasi muka putih dalam bahasa latin bernama Presbytis frontata.

 

Lutung dahi putih memiliki bulu berwarna coklat kening putih. Karena penangkapan ikan yang berlebihan dan hilangnya habitat karena ekspansi pertanian dan industri.